Membumikan 8 Kecerdasan

Anda seorang guru? Concern dengan sistem pendidikan saat ini? Praktekanlah teori pendidikan Gardner dengan merangsang 8 kecerdasan sekeligus yang dimiliki anak-anak. Caranya adalah mengingat 8 prinsip kecerdasan Gradner sekaligus saat mengajar sebuah topik. Jadi, misalnya, Anda ingin menerangkan perihal kereta api, maka keterangan soal kereta api itu harus mencakup delapan karakter tersebut.
  1. Verbal, yakni suara "jus-jus, tut-tut, jus-jus." Semua dilakukan dengan suara. Termasuk peluit kepala stasiun dan klakson lokomotif.
  2. Visual/ruang, yakni misalnya berjalan miring, sembari berteriak, "Kereta apinya jalan di pinggir jurang. Awassss!" Badan harus benar-benar dimiringkan.
  3. Logika matematika, misalnya dengan mengharuskan, "Ayo, gerbongnya satu kereta 5 orang saja. Bikin 2 kereta, masing-masing 5 orang!" Sisanya ada yang jadi stasiun, kepala stasiun, dan penjaga pintu kereta.
  4. Musikal, mudah sekali. Nyanyikan saja lagu, "Tut-tut-tut, siapa hendak turut, ke Bandung, Surabaya...." Tentu dengan irama dan nada yang tepat.
  5. Gerak tubuh, dengan cara melakukan psikomotorik, yaitu gerakan berbaris bersama, saling berpegangan di bahu, mengumpamakan rangkaian gerbong kereta.
  6. Interpersonal, misalnya dengan keharusan menyusun gerbong dengan pola mulai dari yang paling pendek, muda usia, sampai yang paling tua, jangkung tubuhya. Dengan cara itu mereka dirangsang untuk melakukan kontak/relasi dengan anak-anak lainnya.
  7. Intrapersonal, "Jadi, kalian mau ajak siapa saja naik kereta?" Biar anak=anak merefleksikan topik ini dalam hidup dan keluarga mereka masing-masing.
  8. Naturalistik, "Sudah mau hujan, anak-anak, ayo kita percepat laju kereta. Nanti tanahnya longsor. Ohh, hujannya sudah turun! Ayo lariii! Anak-anak berkenalan dengan kecerdasan naturalistik sejak awal.
Dengan begitu, dalam setiap kesempatan, Anda bisa memasukkan 8 kecerdasan sekaligus untuk topik apa pun yang tengah diajarkan. Supaya tidak lupa, gantungkan papan karton berisi 8 prinsip kecerdasan ini di belakang kelas. Sesudah mempraktekkan kecerdasan majemuk ini selama beberapa pekan, perhatikan bahwa anak-anak yang paling apatis di kelas pun sudah bergabung dengan senang hati. DR
.
Sumber : 3636, November 2007

1 komentar:

dini mengatakan...

sy memang bkn seorang guru, dr yg sy tau setiap anak mempunyai daya tangkap yng berbeda, (ramandini.blogspot.com)

Google Search Engine
Google