7, 8, 9, 10 Kecerdasan Gardner

Orang salah mengira Howard Gardner telah membagi umat manusia dalam 7 atau 8, atau bahkan 9 dan 10 kelompok berbeda dengan kecerdasan masing-masing yang berdiri sendiri. Bukan! Mungkin istilah yang harus digunakan disini adalah kecerdasan majemuk, atau kecerdasan multidemensi.
.
Menurut profesor psikologi di Harvard Graduate School of Education itu, setiap anak sudah dibekali dengan 7-8 kecerdasan sekaligus. Namun yang menonjol mungkin hanya satu atau dua diantaranya. Tetapi bukan berarti yang lain tidak ada. Dengan latihan teratur, kecerdasan yang lebih inferior bisa dilatih untuk muncul ke permukaan.
.
Kesalahan sekolah di masa lalu adalah hanya melatih atau memberi ruang bagi 2 kecerdasan pertama, yakni verbal-linguistik dan matematika. Kecerdasan lain yang selama ini ditindas habis-habisan harus diberi kesempatan untuk berkembang, sebab siapa tahu justru itu bakat anak yang sesungguhnya. Hanya dengan memberi seluruh kecerdasan itu tumbuh secara berimbang, akan tampak kemampuan anak yang sesungguhnya.
.
Kosa kecerdasan menurut Gardner mencakup:
  1. Kecerdasan verbal-linguistik. Ini mencakup semua kemampuan bahasa, misalnya kecakapan berkomunikasi, berkata-kata, membentuk bunyi-bunyian kata berirama, membujuk dengan kata-kata, melakukan intonasi secara tepat, dan pemaknaan ulang kata, serta kemampuan memahami bahasa yang kompleks.
  2. Kecerdasan matematika. Kemampuan deduktif, mengambil kesimpulan dari serangkaian fakta, kemampuan analisa, memisahkan yang satu dari yang lain, mengurutkan sebuah daftar berdasarkan pola-pola tertentu, membedakan satu mainan dari lainnya, seluruhnya adalah kecerdasan matematika.
  3. Kecerdasan musikal. Hal ini meliputi kemampuan berirama, mengenali lagu, titinada, ritme, bergoyang mengikuti ketukan lagu, dan mengambil nada secara tepat. Menurut Gardner, ada hubungan yang paralel antara kecerdasan musikal dan kecerdasan bahasa.
  4. Kecerdasan gerak tubuh. Kemampuan untuk memanipulasi mental, pikiran, dan tubuh guna memecahkan masalah. Keterampilan memainkan game rumit seperti PS3 dan Xbox termasuk dalam kecerdasan ini. Keterampilan olahraga, balet, dan berenang adalah contoh lainnya.
  5. Kecerdasan spatial/visual. Perhatikan bahwa selalu saja ada anak-anak yang bisa mengenali lokasi secara tepat, dan membimbing orangtua kembali ke sana tanpa tersesat. Ini adalah contoh kecerdasan spatial/ruang. Kemampuan untuk menempatkan diri dalam sebuah bentuk tiga dimensi. Bukan saja di ruang kelas, rumah, tetapi juga geografis, negara, benua, dan bahkan luar angkasa. Anak-anak yang sibuk dengan bola bumi dan peta itu sedang memperlihatkan keunggulan spatial/ruang mereka.
  6. Kecerdasan interpersonal. Yang dimaksud disini adalah kemampuan mengenali maksud-maksud orang lain, bahkan sebelum mereka menyuarakannya. Jadi yang termasuk di sini adalah keterampilan mengenali bahasa tubuh, maksud-maksud tersembunyi, apa yang tersirat daripada yang tersurat, read-between-the-lines, dan membaca pikiran dan airmuka orang. Sebenarnya ini sebuah keerdasan tersendiri. Berguna bagi pendidik, dan terutama bagi para sales.
  7. Kecerdasan intrapersonal. Ini mencakup skill untuk introspeksi, mendalami diri sendiri, koreksi, berkaca, dan bermeditasi, Tidak semua orang memiliki kecerdasan menempatkan diri dalam kacamata orang lain. Jika keterampilan ini digunakan berdampingan dengan interpersonal, dampaknya akan sangat luar biasa. Keterampilan membaca lalu lintas, tahu saat yang tepat untuk menyeberang jalan, danmengantisipasi kecelakaan di jalan raya adalah salah satu ketrampilan praktis dua kecerdasan terakhir ini.

Selain tujuh kecerdasan tadi, yang sudah terangkum dalam bukunya Frames of Mind (1983), masih ada tiga kecerdasan lagi yang ditelitinya belakangan, yakni:

  1. Kecerdasan naturalistik.
  2. Kecerdasan spiritual.
  3. Kecerdasan eksistensial.

Dari tiga itu, baru satu yang dengan kokoh dipertahankannya sebagai layak ditambahkan ke daftar 7 kecerdasan di atas, yakni kecerdasan naturalistik. Ia secara resmi memasukkannya dalam Intelligence Reframed: Multiple Intelligence for The 21st Century (1999). Dua lainnya masih ramai diperdebatkan para pengikutnya, apakah memang ada, dan cocok, serta layak dimasukkan dalam daftar itu. BY

Sumber : 3636, November 2007

Tidak ada komentar:

Google Search Engine
Google