Menggambar Seperti Seorang Jenius

Para genius sering menggunakan sketsa2 untuk menyatakan gagasan dan pemikiran2 mereka. Karya-karya Einstein dan Da Vinci dipenuhi sketsa2 dan gambar. Gambar tsb mereka gunakan untuk menemukan solusi atau menyatakan konsep2 abstrak.

Ketika kita masih usia kanak-kanak, kita juga sering menggunakan gambar sebagai alat bantu agar lebih mudah belajar. Tapi begitu kita dewasa, gambar dan sketsa kita tinggalkan dan beralih kepada tulisan. Dalam kenyataannya,
memvisualisasikan konsep-konsep abstrak adalah trik para jenius yg tdk dapat dipungkiri. Menggambar adalah kegiatan mudah dan sangat efektif.

Bagaimana kita membantu anak-anak memahami:
*Konsep-konsep abstrak secara lebih cepat dan lebih baik?
*Membuat konsep2 itu lebih mudah dimengerti?
*Menampilkan konsep tsb lebih sederhana?
*Memanfaatkan keingintahuan alami mereka memahami konsep2 tsb?

Dengan menggunakan sketsa2-menggambar, anak-anak akan menyadari dua konsep dasar.

Contoh:

Teori relativitas Einstein: Kecepatan cahaya adalah satu-satunya hal yang bergerak konstan di jagat raya.
Dengan demikian, apa pun yang kita lakukan dan dimana pun kita berada, kecepatan cahaya selalu sama.

Bagaimana teori ini berlaku dalam kehidupan nyata?

Coba bayangkan dua mobil tim formula melaju dari arah berlawanan di jalur yang berbeda pada kecepatan yang sama 160km/jam. Kecepatan mereka pada saat saling melewati adalah sekitar 320km/jam. Tapi jika kita tukar salah satu mobil dengan gelombang cahaya, maka rumus tsb di atas akan berubah. Tidak peduli berapa pun kecepatan sebuah mobil Formula, bila mereka berpapasan dengan gelombang cahaya, kecepatan gelombang cahaya yang bertemu selalu sama.

Jika kita dapat menggambarkan proses tsb,maka konsep tentang kecepatan cahaya akan lebih mudah dipahami anak-anak.

Dengan suatu strategi pembelajaran cerdas yang rumit, anak-anak dapat siap untuk segalanya. Mereka akan tahu bagaimana menangani informasi baru. Dengan demikian mereka sedang mulai berpikir seperti seorang jenius.

Sir Isaac Newton juga, mengalami masalah yang sama. Legenda mengatakan bahwa ia sedang berjalan-jalan dan melihat sebuah apel jatuh dari pohonnya. Kejadian tsb membuatnya berpikir :

"Mengapa apel itu jatuh kebawah?
Mengapa apel itu jatuh tegak lurus ketanah?
Mengapa tdk melakukan gerakan zig-zag ketika apel itu jatuh?"

Setelah memikirkannya, Newton menyadari bahwa semua benda terbagi menjadi dua, yang diam di pohon, dan yang bergerak. Ketika sebuah benda bergerak seperti apel jatuh, benda tsb bergerak dengan kecepatan yang tetap(konstan) dan dalam garis lurus, kecuali ada benda lain yang membelokkannya.

Bagaimana kita menggambarnya biar anak-anak mudah mengerti?

1. Gambarlah sketsa sebutir apel yang sedang tersenyum menggantung didahan pohon.
2. lalu gambarlah sebuah apel yang cemberut ketika jatuh dari pohon ke tanah. Gambar tanda panah tegak lurus ke bawah.
3. Pada bagian bawah kedua sketsa yang anda buat, tuliskan:
Hukum Newton mengatakan bahwa sebuah benda bergerak:
a. dgn kecepatan konstan
b. Dalam jalur yang lurus kecuali sesuatu membelokkannya.

Source : mensaindonesia@yahoogroups.com

Tidak ada komentar:

Google Search Engine
Google